Detail Cantuman Kembali

XML

pemilihan waktu dan tempat pendaratan amfibi di perairan pantai tuban berdasarkan aspek meteo-oseanografi


Pendaratan Amfibi dalam terminologi militer Indonesia adalah Operasi Amfibi. Operasi ini mengintegrasikan berbagai jenis kekuatan yaitu kapal, pesawat udara, dan pasukan pendarat dalam suatu serangan terhadap pantai musuh dan atau berpotensi dikuasai musuh dan bersifat kelautan dalam arti bahwa TNI AL memegang peranan utama sebagaimana tercermin dalam cara pelaksanaan operasi tersebut. Informasi angin dan curah hujan, gelombang, kedalaman, pasut dan arus serta karakteristik pantai tuban mutlak diketahui. Dengan metode analisis Wr Plot diperairan pantai tuban arah angin, gelombang dan arus mengikuti pola sirkulasi monsun, sedangkan dengan analisis harmonik diketahui bahwa jenis pasut di perairan pantai tuban masuk dalam kelompok harian tunggal. Morfologi dasar perairan pantai tuban umumnya sangat landai sampai kedalaman 30 m dan sebagian perairan pantai tuban berlumpur, lumpur pasir dan berpasir. Kecepatan angin maksimum 14.87 knots. Curah hujan maksimum 56 mm/jam . Tinggi gelombang signifikan 0,6 m dan periode gelombang 4,6 s. Muka air tinggi mencapai 180 cm, muka air rendah 40 cm dan muka air rerata 140 cm Kecepatan maksimal 76.47 cm/s.
Muchamad Nur Candra B. - Personal Name
Rahyono - Personal Name
Supriyatno Widagdo - Personal Name
624.15.13 Muc p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
ix, 98 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...